Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Pansus Konflik Lahan DPRD Riau Dalami Laporan yang Masuk
Kamis, 11 November 2021 - 21:32:07 WIB

SUARAaktual.co | Pekanbaru,_ Berdasarkan hasil inventarisasi, terdata 33 laporan konflik lahan masyarakat versus perusahaan yang masuk ke DPRD Riau. Untuk itu DPRD Riau akan mengkaji mana yang menjadi skala prioritas.

"Sampai tadi pagi kita sudah menginventarisir 33 yang sudah terdata dilaporkan. Tapi dari 33 ini kita akan telaah terutama oleh tenaga ahli kita. Setelah itu nanti baru kita simpulkan," ucap Ketua Pansus konflik lahan masyarakat dengan perusahaaan DPRD Riau, Marwan Yohanis usai menggelar rapat internal, Kamis (11/11/21).

Ia mengatakan 33 laporan yang masuk dari berbagai kabupaten/kota di Riau itu, tidak akan mungkin terselesaikan semua. Hal ini mengingat masa kerja Pansus yang hanya 6 bulan.

"Tak mungkin semuanya kita mampu kita seleaikan. Karena waktu kerja Pansus itu 6 bulan", tukasnya.

Namun sambung Marwan Yohanis, minimal Pansus mampu membuat suatu metode pènyelesaian konflik lahan antara masyarakat dengan perusahaan sebaik-baiknya.

"Laporan yang masuk ke kita itu, hampir rata. Ada yang dari Kampar, dari Kuantan Singingi, Pelalawan, Inhu , Bengkalis, Siak dan daerah lainnya di Riau. Laporannya perlu kita tindaklanjuti. Kalau laporan tanpa data, juga ndak mungkin," ujarnya.

Pihaknya kata Marwan, sudah menginventarisir pengaduan masyarakat yang masuk ke DPRD Riau. Dan sudah membuat klasterisasinya dan analisa persoalannya.

"Insya Allah dari analisa-analisa itu kita nanti akan menyimpulkan mana prioritas yang mungkin kita panggil. Kalau para pelapornya sudah kita panggil, nanti bdari situ kita akan membuat skala prioritas untuk segera kita tuntaskan. Tentu dengan mengundang pihak-pihak yang merasa diperlukan keterangannya. Jadi untuk sekarang ini kita rapat internal untuk mendalami berbagai berkas yang sudah masuk ke DPRD Riau," ujarnya.

Politisi asal fraksi Gerindra itu menegaskan, Pansus tidak akan mencari laporan. Alasannya karena dari awal Pansus dibentuk, untuk mengakomodir laporan masyarakat ke DPRD yang belum terselesaikan pada tingkat Komisi.

Marwan menceritakan dampak konflik lahan ini
ada yang meninggal dalam penjara ada yang ditahan dan lain sebagainya. Tapi karena adanya berbagai kendala sehingga belum terselesaikan. Inilah roh lahirnya Pansus itu," tukasnya.
(adv/fin)


Loading...




 
Berita Lainnya :
  • Video Call Pesepeda Peraih Medali Sea Games, Kapolri: Indonesia Sangat Bangga
  • Setubuhi Anak Yang Masih di Bawah Umur,Pengusaha Sarang Burung Walet Dilaporkan ke Polsek Panipahan
  • Polres Tapsel Pengamanan Ibadah Hari Raya Waisak di Candi Batang Bahal Paluta
  • Komitmen Polda Riau Pada Kasus Illegal Minning, Tindak 32 Kasus Dalam Dua tahun
  • Gubri bersama Menteri Pelancongan Melaka Gelar Pertemuan, Ini Pembahasannya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2021 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved