Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Klub-klub Inggris Boikot Medsos Pekan Depan Respons Atas Kekerasan Daring
Minggu, 25 April 2021 - 10:03:08 WIB
Istimewa
TERKAIT:
 
 

Suaraaktual.CO | Sport - Klub-klub sepak bola di Inggris akan memboikot media sosial pekan depan sebagai respons atas berlanjutnya kekerasan daring yang diarahkan kepada pemain.

Puasa medsos itu dilakukan bertepatan dengan program pertandingan baik liga putra dan putri profesional mulai pukul 15.00 Jumat (30/4) hingga 23.59 Senin (3/5) waktu setempat, demikian pernyataan resmi yang diterbitkan laman resmi Liga Premier, Minggu WIB.

Selama aksi klub-klub Liga Premier, tiga divisi di bawahnya (Championship hingga League Two), Liga Super Putri dan kasta kedua putri, yang bakal mematikan semua akun resmi Facebook, Twitter dan Instagram mereka dengan tuntutan perusahaan-perusahaan media sosial melakukan langkah lebih aktif dalam memberantas ujaran kebencian daring.

"Perilaku rasis dalam bentuk apapun tidak bisa diterima dan kekerasan menjijikkan yang dialami para pemain dalam media sosial tidak boleh berlanjut," kata CEO Liga Premier Richard Masters. Demikian dikutip laman antaracom Minggu pagi ini.

"Liga Premier dan klub-klub di dalamnya berdiri bersama sepak bola dalam aksi boikot untuk menegaskan pentingnya perusahaan media sosial lebih berperan aktif dalam menghapuskan kebencian rasial ini.

"Kami akan terus menantang aksi perusahaan media sosial dan ingin melihat langkah signifikan dalam kebijakan serta tindakan mereka untuk melawan kekerasan diskriminatif daring di platform mereka," ujarnya menambahkan.

Sejumlah pemain Liga Inggris dalam beberapa bulan terakhir menjadi sasaran kekerasan daring seperti Anthony Martial dan Marcus Rashford dari Manchester United, Trent Alexander-Arnold dan Sadio Mane dari Liverpool serta bek Chelsea Reece James.

Dua tim divisi kedua atau Divisi Championship, Birmingham City dan Swansea City, serta tim juara Skotlandia, Rangers, baru-baru ini menggelar aksi boikot serupa selama sepekan guna merespon serangan rasial terhadap pemain-pemainnya.

Mantan penyerang Arsenal Thierry Henry bulan lalu mengaku meninggalkan media sosial karena alasan rasisme dan perisakan, sedangkan kapten Liverpool Jordan Henderson memberikan akunnya untuk dikelola oleh yayasan amal anti-perisakan daring.

Februari lalu, otoritas sepak bola Inggris mengirimkan surat terbuka kepada Facebook dan Twitter untuk mendesak mereka memblokir dan menurunkan postingan ofensif, serta meningkatkan proses verifikasi bagi pendaftaran pengguna.

Instagram --yang dimiliki Facebook-- sudah mengumumkan langkah baru dan Twitter berjanji untuk terus melanjutkan langkah aktif setelah menindak lebih dari 700 kasus kekerasan terkait sepak bola di Britania Raya pada 2019, demikian Reuters.***


Loading...




 
Berita Lainnya :
  • Video Call Pesepeda Peraih Medali Sea Games, Kapolri: Indonesia Sangat Bangga
  • Setubuhi Anak Yang Masih di Bawah Umur,Pengusaha Sarang Burung Walet Dilaporkan ke Polsek Panipahan
  • Polres Tapsel Pengamanan Ibadah Hari Raya Waisak di Candi Batang Bahal Paluta
  • Komitmen Polda Riau Pada Kasus Illegal Minning, Tindak 32 Kasus Dalam Dua tahun
  • Gubri bersama Menteri Pelancongan Melaka Gelar Pertemuan, Ini Pembahasannya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2021 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved