Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Kenduri Pantun Riau Besok Malam, Pakar dari Belanda akan Ikut Bicara
Sabtu, 26 Desember 2020 - 17:16:50 WIB
Will Derks, P.Hd
TERKAIT:
 
 

SUARAAKTUAL.CO | PEKANBARU - Seorang pakar sastra dari Belanda, Will Derks, P.Hd, akan ikut jadi pembicara dalam kenduri pantun di Riau, Minggu malam (27/12/2020), bersama Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATl) Prof Dr Pudentia MPSS, Assc Prof Dr A.Malik (Kepri), Dr Najamuddin Ramly (Sulsel), dan tuan rumah Datuk Seri Al azhar serta Gubernur Riau Syamsuar.

Menurut Ketua ATL Riau yang juga Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (Ketum MKA LAMR) Datuk Seri H. Al azhar didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Riau Yoserizal Zen, Sabtu (26/12/2020, panitia sudah konfirmasi dengan semua pembicara dan mereka siap hadir.

Kenduri pantun dilaksanakan atas kerja sama Dinas Kebudayaan Riau, LAMR, dan ATL dan  dilaksanakan berkaitan dengan ditetapkannya pantun sebagai warisan budaya tak benda dunia oleh UNESCO pada Kamis malam (17/12/2020).

Pantun sebagai warisan budaya tak benda dunia diusulkan oleh Indonesia bersama Malaysia, dengan basis pantun di Riau dan Kepulauan Riau yang dimotori oleh Asosiasi ATL, di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI.

Dengan posisi pantun tersebut, Indonesia telah memiliki 11 materi budaya yang diakui sebagai warisan budaya tak benda dunia. Sebelumnya adalah keris, wayang, pendidikan dan pelatihan batik, angklung, tari saman, noken, tari tradisi Bali, pinisi, dan pencak silat.

Menurut Kadis Kebudayaan Riau, Yoserizal Zen, status pantun itu patut disyukuri. Berbagai pelajaran dapat diambil dari keberadaannya dulu dan kini, kemudian implikasinya pada masa mendatang.

"Kenduri ini sebagai wadah kita untuk bersyukur sekaligus bertafakur," katanya.

Dianjung sastrawan Taufik Ikram Jamil, sambung Yose, acara tersebut akan mendedahkan lika-liku pantun menjadi warisan dunia. Lalu diambil patinya untuk kreativitas kini maupun mendatang.

"Akan ditampilkan juga salah satu genre pantun tradisi  yakni pantun kayat, selain pendendangan pantun dalam gambus. Selain itu akan ada acara jual-beli pantun," katanya.

Menurut penganjung kenduri pantun ini, Taufik Ikram Jamil, pembicara dan tampilan lainnya dalam kegiatan tersebut cukup berwibawa. ATL diminta berbicara karena lembaga ini yang memprakarsai pantun sebagai warisan dunia.

"Ini disokong Kemendikbud, khususnya Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Dirjen Kebudayaan yang waktu itu dipimpim Najamuddin Ramly. Tak kurang berwibawanya adalah Will Derks, yang pakar sastra dengan disertasinya mengenai tradisi lisan di Riau awal 90-an," kata Taufik.

Pantun dipercayai sebagai karya asli nusantara diperkirakan sudah ada sejak lebih dari 1.500 tahun lalu. Semula digunakan sebagai alat komunikasi manusia dengan sesuatu yang ghaib melalui upacara pengobatan seperti dalam tradisi masyarakat Talangmamak dan Sakai.

Pantun kemudian memasuki ruang komunal seperti upacara adat,  sampai memasuki arena populer dan ekspresi sehari-hari. Ia melekat dalam jenis kelisanan lain di Riau seperti kayat pantun, menumbai, pantun atui, batobo, dan koba. ***/mcr



Loading...




 
Berita Lainnya :
  • PT Cevron Pacifik Indonesia (PT CPI) Diduga Tinggalkan Limbah Terkontaminasi Minyak Sebagai Kenangan
  • Rumah Yatim Berikan Bantuan untuk Pembangunan Fasilitas WC Mushola Al Ikhlas*
  • Bupati Rohil Serahkan Hibah Sertifikat Tanah ke Pengadilan Agama Ujung Tanjung
  • Karang Taruna Tunas Mandiri Berbagi
  • Vaksinasi di Pelalawan Dosis Pertama 42 Persen Dosis Kedua 25 Persen, Angka Kasus Turun Drastis
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2021 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved