Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Tanggung Jawab Sosial untuk Tetap Diam di Rumah Hadapi Pandemi Covid-19
Sabtu, 25 Juli 2020 - 06:45:09 WIB

TERKAIT:
 
 

SUARAAKTUAL.CO | JAKARTA - Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Firman Budianto mengatakan, perilaku untuk tetap diam di rumah dilakukan sepenuhnya berdasarkan kerelaan hati untuk menghadapi pandemi Covid-19, sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat Jepang.

"Ada tanggung jawab sosial dalam mempraktikkan upaya pengendalian penyebaran Covid-19," kata Firman yang juga merupakan alumnus Universitas Waseda di Jepang dalam seminar virtual "Managing Covid-19 Pandemic: Experiences from Japan and Lesson Learned for Indonesia", Jakarta.

Menurutnya, orang Jepang memiliki budaya untuk tidak menjadi beban bagi orang lain. Mereka mengikuti saran atau arahan pemerintah tanpa harus ada peraturan yang mengikat secara hukum. Maka saat Pemerintah Jepang meminta masyarakat untuk tetap diam di rumah karena pandemi COVID-19, maka warganya melakukan dengan sukarela.

Firman mengatakan deklarasi keadaan darurat yang dilakukan Pemerintah Jepang efektif menekan penyebaran Covid-19 di negara itu. Ketika menghadapi gelombang pertama Covid-19, Pemerintah Jepang menyatakan keadaan darurat, maka jumlah kasus Covid-19 menurun secara drastis.

Deklarasi keadaan darurat dari 7 April 2020 sampai 22 Mei 2020 dilakukan bukan merupakan "lockdown", bukan pula suatu perintah melainkan permintaan untuk masyarakat tidak pergi keluar jika tidak mendesak dan penting.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, masyarakat diminta untuk menghindari 3C yakni tempat tertutup (closed spaces), tempat ramai orang atau penuh sesak (crowded places) dan kondisi yang menyebabkan kontak dekat (close-contact settings) seperti percakapan jarak dekat.

Selain itu, informasi tentang upaya pencegahan penyebaran Covid-19 disampaikan dan disebarkan secara jelas dan melalui saluran yang tepat. Informasi tentang Covid-19 diperoleh masyarakat antara lain melalui media pemberitaan Jepang dalam jaringan, media asing, jaringan sosial, dan organisasi.***/Antara

Loading...




 
Berita Lainnya :
  • PT Cevron Pacifik Indonesia (PT CPI) Diduga Tinggalkan Limbah Terkontaminasi Minyak Sebagai Kenangan
  • Rumah Yatim Berikan Bantuan untuk Pembangunan Fasilitas WC Mushola Al Ikhlas*
  • Bupati Rohil Serahkan Hibah Sertifikat Tanah ke Pengadilan Agama Ujung Tanjung
  • Karang Taruna Tunas Mandiri Berbagi
  • Vaksinasi di Pelalawan Dosis Pertama 42 Persen Dosis Kedua 25 Persen, Angka Kasus Turun Drastis
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2021 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved