Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Masker Mampu Membatasi Penularan Covid-19, Begini Karakteristik Masker Terbaik
Senin, 25 Mei 2020 - 08:58:38 WIB
Masker N-95
TERKAIT:
 
 

SUARAAKTUAL.CO | PEKANBARU - Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan masker secara luas dapat membantu membatasi penularan virus corona (Covid-19) oleh orang-orang yang tidak menyadari bahwa mereka mungkin pembawanya (carrier).

Lalu bagaimana rupa masker yang baik dan mampu mencegah penularan tersebut? Berikut beberapa jenis masker terbaik yang dapat melindungi diri dari penularan corona, mengutip Healhtline.

Respirator

Respirator teruji bahwa bahannya yang terbuat dari serat lembut sangat efektif dalam menyaring patogen di udara. Respirator ini harus memenuhi standar filtrasi ketat yang ditetapkan oleh Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NIOSH).

Diameter virus korona diperkirakan 125 nanometer (nm). Dengan mengingat hal ini, sebaiknya Anda perlu mengetahui bahwa: Respirator N95 bersertifikat dapat menyaring 95 persen partikel yang berukuran 100 hingga 300 nm.

Respirator N99 memiliki kemampuan untuk menyaring 99 persen dari partikel-partikel ini. Dan, respirator N100 dapat menyaring 99,7 persen dari partikel-partikel sebesar virus.

Beberapa respirator ini memiliki katup yang memungkinkan udara yang dihembuskan keluar, sehingga memudahkan pengguna untuk bernapas. Namun, kelemahan dari alat ini adalah bahwa orang lain rentan terhadap partikel dan patogen yang dihembuskan melalui katupnya.

Tenaga medis garis depan dan pekerja lain berisiko perlu menggunakan masker ini sebagai bagian dari pekerjaan mereka dan alatnya diuji setidaknya setahun sekali untuk memverifikasi ukuran dan ukuran respirator yang tepat.

Ini juga termasuk memeriksa kebocoran udara menggunakan partikel uji khusus. Tes rutin ini membantu memastikan bahwa partikel dan patogen berbahaya tidak menembusnya.

Masker bedah
Ada berbagai jenis masker bedah. Biasanya, masker sekali pakai ini berbentuk persegi panjang dengan lipatan yang membentang menutupi hidung, mulut, dan garis rahang Anda. Bahannya terdiri dari kain sintetis yang relatif nyaman untuk bernapas.

Tidak seperti respirator, masker bedah tidak harus memenuhi standar filtrasi NIOSH. Mereka tidak diharuskan membentuk segel kedap udara di area wajah Anda yang tertutupi.

Meskipun terdapat perbedaan dalam kapasitas dan filtrasi, sebuah percobaan acak menemukan bahwa masker bedah dan respirator N95 mengurangi risiko partisipan berbagai penyakit pernapasan dengan cara yang sama.

Kepatuhan atau penggunaan yang tepat dan konsisten memainkan peran yang lebih penting daripada jenis masker tingkat medis atau respirator yang dikenakan peneliti di laboratorium.

Masker kain
Masker kain do-it-yourself (DIY) kurang efektif melindungi pemakai karena sebagian besar memiliki celah di dekat hidung, pipi, dan rahang di mana tetesan kecil dapat dihirup. Selain itu, kain sering keropos dan tidak bisa menahan tetesan kecil.

Meskipun masker kain cenderung kurang efektif daripada masker kelas medis, hasil percobaan menunjukkan ini jauh lebih baik daripada tidak tidak bermasker ketika dibuat dan dikenakan dengan benar.***

Loading...




 
Berita Lainnya :
  • Mahasiswa Kukerta UNRI Adakan Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Limbah
  • PT Cevron Pacifik Indonesia (PT CPI) Diduga Tinggalkan Limbah Terkontaminasi Minyak Sebagai Kenangan
  • Rumah Yatim Berikan Bantuan untuk Pembangunan Fasilitas WC Mushola Al Ikhlas*
  • Bupati Rohil Serahkan Hibah Sertifikat Tanah ke Pengadilan Agama Ujung Tanjung
  • Karang Taruna Tunas Mandiri Berbagi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2021 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved