Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Keutamaan Puasa Enam Bulan Syawal dan Cara Pengerjaannya, Mulai dari Niat
Senin, 25 Mei 2020 - 04:49:12 WIB
TERKAIT:
 
 

SUARAAKTUAL.CO | PEKANBARU - Setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 1 Syawal. Seperti bulan Ramadhan, ada beberapa amalan ibadah yang bisa dilaksanakan di bulan Syawal. Salah satunya yakni puasa Syawal. Puasa yang disunahkan ini berbeda dengan puasa di bulan Ramadhan. Puasa syawal hanya disunahkan untuk dilakukan selama enam hari saja dalam waktu selama satu bulan. Lantas apa saja keutamaan puasa syawal? Dilansir dari beberapa sumber, berikut keutamaan puasa syawal lengkap dengan niat dan cara melaksanakannya. Niat Puasa Syawal Niat adalah salah satu rukun puasa serta ibadah lain pada umumnya. Berdasarkan dari hadits Rasulullah SAW, segala sesuatu itu bergantung pada niat. Begitu pula dengan puasa Syawal. Berikut lafal niat puasa Syawal yang dianjurkan oleh beberapa ulama: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.” Adapun seseorang yang ingin mengamalkan sunnah puasa Syawal secara mendadak di pagi hari, maka diperbolehkan baginya berniat saat itu juga. Hal ini karena kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib saja. Sedangkan, untuk puasa sunnah niat boleh dilafalkan di siang hari. Namun, dengan syarat seseorang belum makan, minum serta hal-hal lain yang membatalkan puasa. Cara Melaksanakan Puasa Syawal Waktu puasa Syawal dilakukan selama 6 hari di bulan Syawal. Sebagaimana yang sudah disebutkan dalam hadits: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim). Lebih utama dilakukan sehari pasca Idul Fitri, namun tidak mengapa bila dilakukan di akhir-akhir bulan Syawal Lebih utama dilakukan secara berurutan, tetapi tidak mengapa bila dilakukan tidak berurutan Tetapi wajib mengganti puasa terlebih dahulu agar mendapatkan keutamaan puasa Syawal Seseorang yang melakukan puasa Syawal diibaratkan seperti berpuasa selama satu tahun. Keutamaan ini dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat Muslim nomor 1164, "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." Keutamaan puasa syawal selanjutnya yakni menyempurnakan ibadah. Seperti ibadah salat sunnah, di mana tindakan tersebut bisa menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib. Khususnya kekurangan yang ada selama bulan Ramadhan. Ibnu Rajab menjelaskan keutamaan puasa Syawal sebagai berikut: "Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan." (Latho-if Al Ma’arif, hal. 394.) Berikutnya, tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan menjadi keutamaan puasa Syawal. Dikatakan apabila Allah SWT menerima amalan seseorang, maka Dia akan menunjuki pada amalan selanjutnya. Jika Allah SWT menerima amalan puasa Ramadhan, maka Dia akan menunjuki amalan lainnya. Di antaranya adalah puasa Syawal enam hari. Menjalani puasa Syawal enam hari akan diberi ganjaran berupa pahala sepuluh kali lipat. Hal ini telah dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub yang berbunyi, "Barangsiapa mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal selepas 'Iedul Fitri berarti ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Dan setiap kebaikan diganjar sepuluh kali lipat." Keutamaan puasa Syawal berikutnya yakni mendapatkan pertolongan dari Rasulullah SAW. Orang yang menjalankan sunnah puasa Syawal, dikatakan akan mendapatkan pertolongan atau syafaat dari Rasulullah SAW. Sebab, orang yang berpuasa Syawal sudah menghidupkan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dalam hadits riwayat At Tirmidzi menyebutkan: "siapa yang menghidupkan sunnahku maka sungguh ia mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku bersamaku di Sorga." Terakhir, keutamaan puasa syawal adalah sebagai tanda peningkatan iman. Orang yang berpuasa Syawal bisa dikatakan bila imannya sebagai seorang muslim atau muslimah telah meningkat. Karena itu lah, bulan ini dikenal sebagai bulan Syawal yang memiliki arti bulan peningkatan.***/int

Loading...




 
Berita Lainnya :
  • Mahasiswa Kukerta UNRI Adakan Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Limbah
  • PT Cevron Pacifik Indonesia (PT CPI) Diduga Tinggalkan Limbah Terkontaminasi Minyak Sebagai Kenangan
  • Rumah Yatim Berikan Bantuan untuk Pembangunan Fasilitas WC Mushola Al Ikhlas*
  • Bupati Rohil Serahkan Hibah Sertifikat Tanah ke Pengadilan Agama Ujung Tanjung
  • Karang Taruna Tunas Mandiri Berbagi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2021 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved